31 Juli 2017

WEIGHT LOSS vs. MUSCLES BUILDING

Saya bukan ahli, tapi saya akan berbagi dengan apa yang telah saya baca dan pelajari selama ini. Sebagian telah saya lakukan, tapi masih banyak yang perlu saya amalkan. Let's share knowledge....

Penurunan berat badan (weight loss) jauh lebih mudah dilakukan dibanding pembentukan otot (muscles building). Bagi kaum Hawa, mereka hanya butuh weight loss. Jarang yang menginginkan muscles building. Beda dengan kaum Adam yang menganggap otot adalah bagian dari maskulinitas a.k.a macho.

Weight loss bisa dicapai hanya dengan hitungan minggu. Semakin rajin melakukan diet, semakin cepat berat badan turun. Meski banyak yang melakukan diet untuk menurunkan berat badan, tapi banyak juga yang pada akhirnya menyerah dalam hitungan bulan. Seperti foto terlampir, saya butuh waktu hampir 3 tahun untuk menurunkan berat badan sampai 30 kg, karena saya tidak rajin. Kalau mampu disiplin, penurunan sebanyak itu bisa dicapai hanya dengan waktu 4-6 bulan saja. Yang pernah melakukan diet, pasti paham maksud saya, hehehe....

Pembentukan otot tidak semudah penurunan berat badan. Bagi orang dengan tipe tubuh endomorph, pembentukan otot sangatlah berat dilakukan. Biasanya orang-orang gemuk cenderung malas bergerak, apalagi olahraga. Padahal untuk membentuk otot dibutuhkan olahraga. Tidak seperti diet menurunkan berat badan yang bisa dilakukan tanpa olahraga.

Sementara untuk orang dengan tipe tubuh ectomorph, ada masalah sendiri. Orang dengan tipe tubuh itu cenderung kurus, banyak gerak, aktifitas tinggi, dan biasanya susah makan. Meski makan banyak, proses pembakaran lemak dalam tubuh begitu cepat. Tidak seperti mereka yang endomorph. Oleh karena itu, butuh penanganan ekstra untuk mereka yang ectomorph. Saya tidak akan bicara banyak tentang ectomorph, karena saya pribadi memiliki tipe endomorph.

Pembentukan otot hanya bisa diperoleh dengan 2 macam olahraga, yaitu angkat beban dan calisthenics. Semua orang tahu apa yang dimaksud olahraga angkat beban. Olahraga ini bisa dilakukan di rumah atau di gym. Tapi tidak sembarang melakukan olahraga angkat beban. Ada teknik-teknik khusus untuk membentuk otot. Lain waktu saya akan bicara tentang itu. Saat ini belum pantas lah, wkwkwkwk!
 
Yang dimaksud dengan calisthenics adalah olahraga semacam senam, tanpa bantuan alat beban. Push up, pull up, sit up merupakan contoh gerakan calisthenics. Ada banyak jenis gerakan dalam calisthenics. Dan olahraga ini jauh lebih susah dibanding dengan angkat beban. Apalagi untuk mereka yang memiliki tipe endomorph seperti saya.
 
Meski sudah melakukan salah satu dari kedua olahraga itu secara rutin, pembentukan otot tidak mudah diperoleh hanya dalam hitungan minggu. Bisa berbulan-bulan, bahkan tahunan. Berdasarkan pengakuan mereka yang melakukan body building, konon utk membentuk otot hingga menonjol dibutuhkan dedikasi dan loyalitas selama 4-6 tahun. Bayangkan, bagi mereka yang malas berolahraga, bisa jadi mudah menyerah! Memang butuh lebih dari kedisiplinan. Tidak seperti diet menurunkan berat badan yang bisa dilakukan seenaknya sendiri asal tujuan tercapai. Kayak saya itu, wkwkwkwk!

Oke, segini dulu sharing dari saya. Tujuan saya menulis ini, selain berbagi ilmu, juga menjadi penyemangat diri dalam mengamalkannya. Percayalah, hidup sehat dengan tubuh bagus itu tidak mudah. Butuh perjuangan keras. Mahal? Ngga harus kok. Saya berusaha melakukannya semurah mungkin, cocok untuk para middle class society seperti saya.

Insya Allah saya akan senantiasa berbagi tentang hidup sehat ini. Doakan aja kita selalu sehat dan panjang umur. Aamin. Wassalam.



05 April 2017

ANTARA POLITIK, AGAMA DAN SECANGKIR KOPI

Sempat heboh soal pernyataan Presiden Jokowi yg memberi pesan bahwa politik dan agama harus dipisahkan. Pesan tersebut disampaikan saat beliau melakukan kunker di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Jumat (24/3/2017) lalu. Banyak tokoh yg menanggapinya secara beraneka-ragam. Ada yg setuju, ada yg tidak setuju. Tentu saja mereka yg suka gembar-gembor tentang negara khilafah, pasti ngga bakalan setuju. Jadi ngga usah dibahas kaum yg satu itu :D :D
Kita bicara secara kebhinnekaan, menurut dasar negara kita yaitu Pancasila. Kita tidak merujuk pada satu agama saja. Negara kita mengakui 6 agama resmi. Oleh karena itu, klo merujuk pd satu agama saja, tentunya tidak fair. Kita harus merujuk pd semua agama yg diakui di Indonesia tentunya.
Pesan dari Presiden Jokowi tersebut memang berada dalam makna yg bisa menimbulkan kontroversi saat salah satu kaum agama tertentu lagi semangatnya menegakkan keadilan agama mereka. Ada yg lagi terbakar emosinya karena beberapa kasus sejak Pilpres terakhir yg dilanjutkan dengan Pilkada DKI.
Jika memahami pesan tersebut berdasarkan konteks yg sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, orang waras pasti paham. Pesan dari Presiden Jokowi memang benar. Hal ini untuk mengurangi suhu panas terhadap situasi politik. Banyak orang yg sudah dengan arogannya menggunakan jubah agama, mengutip ayat-ayat kitab suci, hanya untuk sekedar mencapai tujuan mereka dalam berpolitik. Banyak dari mereka yg berlindung dari jubah dan ayat-ayat tersebut. Mengerikan sekali!
Saya dulu sempat membaca buku tulisan Imam Samudera yg tidak boleh bebas beredar. Pandangan-pandangan dia terhadap Islam dan pengeboman (baca: aksi terorisme) sungguh mengerikan. Saya sendiri hampir saja terpengaruh dg ayat-ayat yg dikutipnya. Tapi alhamdulillah, saya orangnya waras selalu :D :D
Oleh karena itu, politik dan agama jangan disamakan dg kopi. Kopi bisa terasa enak jika dicampur dg gula bagi sebagian penikmat kopi. Demikian pula kopi dg susu terasa segar bagi yg suka kopi dan susu. Apalagi kopi dan coklat, wow, mamamia lezatos! Bahkan akhir-akhir ini pun orang mulai mencampurkan kopi dg matcha atau lebih dikenal dg sebutan green tea. Rasanya, saya belum coba, hihihi :D :D
Nah, jika agama dan politik dicampur, tunggu dulu! Mau dicampur dg agama apa? Tidak semua rakyat Indonesia beragama sama. Biarkan politik berdiri sendiri, agama pun juga demikian. Seperti kopi. Ada yg suka kopi, ada yg ngga suka kopi. Tapi warung kopi tetap aja ada. Orang yg ngga suka kopi, ngga bakalan marah-marah dg adanya warung kopi. Mungkin ada warung kopi yg menyediakan menu teh atau coklat. Klo ada orang yg ngga suka kopi, tentunya pesanannya ngga bakalan dicampur dg kopi. So, biarkan politik ada dg caranya sendiri, dan agama pun ada dg caranya sendiri. Ngga usah dicampur-campur. Klo mau nyampur, untuk kalangan sendiri aja. Ngga usah koar-koar di muka umum, sampai mengkafir-kafirkan atau bahkan tidak mau mensholatkan jenazah segala. Cukup kalangan sendiri yg tahu.
Bukankah begitu? :D

11 Maret 2017

PEDULI SAMPAH DI NEGERI INI

Perkara sampah di negeri ini sudah mengganggu pikiran saya sejak duduk di bangku SD. Baru2 ini Kang Emil, panggilan akrab walkot Bandung Ridwan Kamil, sampai memberikan jari tengahnya lewat twit gara2 warga yg meninggalkan sampah sembarangan. Kemarin jg seorang rekan yg menjadi dosen di suatu perguruan tinggi di Indonesia yg sangat terkenal, mencak2 gara2 satu sudut kampusnya berserakan sampah yg ditinggalkan para mahasiswa. Hal semacam itu bukan hal yg baru. Sama aja terjadi di kampus saya sendiri.
Lantas pertanyaannya, seberapa tingkat kecerdasan orang2 di negeri ini dalam memperlakukan sampah?
Masih banyak warga yg membuang sampah sembarangan. Di sungai2 atau tanah2 kosong, termasuk pinggir jalan atau pinggir rel kereta api. Padahal tempat2 itu bukan tempat pembuangan sampah yg semestinya. Kenapa demikian?
Saya sudah mendengar sejak SD klo di negara2 maju, tiap warganya sudah mengelola sampah dg baik. Saya tahu hal ini dari cerita orang2 di sekitar saya & guru2 saya, krn saya blum pernah sama sekali ke negara2 maju. Saya jg seorang sufi (suka film), jd saya bisa melihat budaya penanganan sampah oleh warga di negara maju itu dari film, baik film komersil maupun film dokumenter. Nah, apa yg telah mereka lakukan?
Di negara maju, tiap rumah tangga sudah menyiapkan minimal 2 jenis bak sampah, yaitu sampah organik & anorganik. Sementara di negeri ini, sampe saya segede ini, masih banyak pembuangan sampah asal brak-bruk begitu saja. Tukang sampah jg sangat kotor & bau. Tidak spt di negara2 maju yg jauh lebih bersih dg alat pengangkut yg modern.
Di negara2 maju jg ada peraturan2 berkenaan dg pembuangan sampah yg diikuti dg penerapan denda2 secara disiplin. Denda2nya begitu besar jumlahnya, sehingga warga tidak ada yg berani membuang sampah sembarangan, karena itu pelanggaran & bisa kena denda.
Saya percaya bahwa kedisiplinan itu dimulai dari memaksakan diri. Pemaksaan tsb harus diikuti dg penyadaran. Bukan malah terbalik. Meminta warga utk punya kesadaran dg sendirinya itu sangat tidak mungkin. Harus ada paksaan2 yg diikuti dg pendidikan2 mental. Selanjutnya warga akan terbiasa & menjadi kebiasaan.
Coba lihat saja, jika orang dewasa sudah suka membuang sampah sembarangan, apa yg akan dilihat oleh anak2 yg dekat dgnya? Membuang sampah di sungai, mobil2 yg berjalan jg seringkali mengeluarkan sampah2 melalui jendela mobil, sisa2 rokok yg dibuang begitu saja, & jenis2 sampah lainnya yg tak dipedulikan. Kebiasaan ini menurun ke generasi berikutnya, sehingga semakin sulit utk ditanggulangi lagi.
Lewat tulisan ini saya tidak menyarankan kalian utk membuang sampah pd tempatnya. Itu sebuah kemustahilan. Semua tergantung kalian sendiri. Seberapa tinggi kecerdasan kalian thd sampah. Kecerdasan ini sebetulnya tidak butuh tingkat pendidikan yg tinggi. Anak2 kecil jauh lebih mudah diarahkan. Sediakan lebih banyak tempat sampah di rumah. Terapkan aturan2 dalam membuang sampah di lingkungan rumah. Lengkapi interior mobil dg tempat sampah, sehingga tidak membuang sampah melalui jendela mobil lagi.
Pada akhirnya semua jg tergantung pd pemerintah. Lurah, camat, bupati/walkot, & gubernur harus sadar akan hal ini. Perda2 ttg sampah harus diperketat, & diterapkan secara disiplin. DKI Jakarta sudah memulainya melalui pasukan oranye. Sungai2 bersih, lingkungan bersih, enak dilihat & bisa mengurangi banjir. Nah, bagaimana dg daerah2 lain? Pasukan2 oranye harus jg ada di daerah2, & bekerja secara maksimal. Selanjutnya sosialisasi ttg sampah harus jg digalakkan sampai ke tingkat RT/RW, Teknologi2 pengelolaan sampah wajib dimiliki. Dan saya selalu menunggu kepedulian pemerintah terhadap pengelolaan sampah di negeri ini. Sayangnya tidak ada paslon pilkada yg mau mengangkat masalah ini. Mungkin kelak klo saya ada kesempatan maju pilkada, cagub atau cabup. Semoga ada parpol yg mendukung saya, wkwkwkwk! Ngimpi, coy! :D :D

27 Februari 2017

HUTANG BANK, KREDIT & LEASING

Ada temen yg bisnisnya lagi naik daun, bertanya, "Bagaimana sebenarnya hukum Islam ttg hutang di bank? Banyak yg bilang itu riba."
Dengan tegas saya jawab, "Ya! Itu riba," Dan dia tampak kecewa mendengar jawaban dari saya. Sepertinya banyak pertanyaan berkecamuk di kepalanya, tp sungkan utk mengutarakannya. Lama kami terdiam.
Aku paham apa yg dirasakan & dipikirkannya. Lalu aku menjelaskannya bhw riba itu jika bunganya terlalu besar sehingga memberatkan yg berhutang di kemudian hari. Mereka yg kampanye soal hutang di bank itu riba selalu mencontohkan bisnis2 yg gagal, orang2 yg terpuruk oleh hutang di bank. Mereka seolah menyembunyikan orang2 yg sukses dalam bisnis karena bantuan bank. Jadi mana yg benar. Wallahu alam.
Saya mencoba menengahi. Keberadaan bank sejak lama menunjukkan bahwa bank tidak ada masalah scr hukum Islam sampai sekarang. Sebagaimana munculnya teknologi, keberadaan bank spt 2 sisi mata uang yg berbeda. Satu sisi bisa memberi efek buruk, sisi lainnya memberikan kebaikan. Semua tergantung orang yg memanfaatkannya.
Jadi pikirkan dulu ketika mau berhutang di bank, mengambil kredit, atau bekerja-sama dg leasing. Semua itu bentuk hutang & yg pasti ada bunganya. Dalam Islam memang semua yg berbunga (bukan bunga di kebun/taman lho) itu riba. Oleh karena itu benar2 harus dihindari, kecuali bila perlu. "Perlu" di sini bukan berarti "urgent". "Perlu" di sini butuh pemikiran matang & siap mengantisipasi risikonya.
Yg namanya hutang pasti membayar cicilan. Kita hrs benar2 cerdas dalam memperhitungkan cicilan tsb. Jangan terlalu fokus pd jumlah uang yg akan diterima, atau keperluannya. Berpikirlah jangka waktu berhutang beserta cicilannya & risiko2nya. Klo tidak terlalu penting, tidak usah berhutang.
Mendengar penjelasan tsb, mata temen saya itu mulai berbinar. Ia kembali bertanya, "Bagaimana dg bisnis yg butuh utk berkembang? Apakah boleh berhutang di bank?"
Berkembang utk apa? Gengsi? Gaya hidup? Bertambah kaya? Stop! Klo bisnis itu sudah memberimu tempat tinggal yg layak & sandang pangan yg cukup, lalu untuk apa lagi?
"Lho, boleh kan kita menginginkan hidup kita berubah?" sahutnya.
Tidak ada yg melarang keinginan kita utk mengubah hidup kita sendiri tanpa mengganggu kepentingan orang lain. Memangnya tidak ada cara lain utk mengubah hidup selain berhutang? Cobalah lihat gaya hidup orang2 jaman sekarang. Mobil2 mereka bagus, tp masih kredit. Rumah2 mereka megah, tp jg kredit. Bisnis mereka berkembang, tp mereka tidak lagi punya banyak waktu utk keluarga bahkan beribadah! Naudzubillah tsumma naudzubillah. Maukah hidup kita spt itu?
Klo semisal hidupnya berubah menjadi baik secara kuantitas, harusnya jg diikuti baik secara kualitas. Percaya aja deh, lebih baik kita menjauhi riba. Entah benar atau tidak, hindari aja. Pake motor/mobil butut tak masalah, asal beli cash. Punya rumah kecil tak masalah, asal belinya jg bener. Ingat, kita tidak bisa mendahului kehendak Tuhan. Kita boleh berencana, tp Tuhan tetap yg menentukan. Jangan takut dianggap miskin. Jangan takut dianggap tidak berkembang dalam hidup. Tp takut lah pd Allah. Setuju?
Dia manggut2, tp masih ada rasa kecewa di matanya. Kasihan :)

22 Februari 2017

PAK ANIES MEMANG HARUS JADI GUBERNUR DKI

Seperti prediksi saya dalam tulisan sebelumnya, peta kekuatan Anies-Sandi memang menakutkan di putaran kedua nanti. Para pendukung Agus-Sylvi dipastikan beralih ke Anies-Sandi. "Dosa" Ahok thd Al Maidah 51 tidak mudah begitu saja hilang. Masih banyak warga DKI yg menganggapnya demikian, karena terbukti pd putaran pertama, Anies-Sandi memperoleh suara yg bisa bersaing ketat dg Ahok-Djarot.
Bila Pak Anies berhasil memenangkan pertarungan di putaran kedua nanti, menurut saya itu takdir yg lebih baik buat Pak Anies. Sebelum maju sbg cagub DKI, Pak Anies bisa dianggap sbg tokoh pendidikan di Indonesia meski (bisa dikatakan) gagal menjadi Menteri Pendidikan. Namanya mulai tercoreng-moreng gara2 kampanye beliau dalam Pilkada DKI. Langkah2 kampanyenya membuat banyak pemujanya dulu menjadi jengah. Beliau yg dikenal sbg tokoh pluralis, mendadak berubah. Konsep tenun kebangsaannya ramai diganti menjadi "tenung kebangsatan".oleh para netizen. Sungguh mengerikan!
Itulah kenapa Pak Anies harus menjadi Gubernur DKI. Kegagalan sbg Menteri Pendidikan membuat gelarnya sbg tokoh pendidikan nasional seolah tercerabut. Apalagi dg tiba2 ambisinya utk menjadi Gubernur DKI. Pak Anies harus membuktikan bhw beliau lebih dari tokoh pendidikan. Beliau adalah tokoh nasional. Dengan syarat, beliau berhasil menjadi Gubernur DKI & minimal dicintai oleh sebagian besar warga DKI sebagaimana yg pernah terjadi pd Ahok. Pak Anies harus menunjukkan pd semua rakyat Indonesia bahwa beliau bisa lebih dari Ahok sbg gubernur DKI. Minimal sama. Semua itu demi mengembalikan nama baiknya.
Namun bila Pak Anies kalah di putaran kedua nanti, akan cukup sulit membuat namanya kembali baik. Seperti kata pepatah, "Akibat nila setitik, rusak susu sebelanga". Semua apa yg pernah dilakukan oleh Pak Anies utk pendidikan di Indonesia bakalan musnah oleh aksi kampanyenya di Pilkada DKI. Dan beliau harus bekerja keras utk mengembalikannya. Mungkin dg mengaktifkan lagi program Indonesia Mengajar, atau program lain yg lebih hebat dari itu. Bisa jg banyak tampil di media utk mendukung paham pluralisme yg pernah diusung Gus Dur. Pak Anies harus mengembalikan konsep & pola pikirnya yg dulu. Semua akan lebih mudah bila rakyat Indonesia yg spt biasanya mudah melupakan masa lalu. Tp yg namanya paku klo sudah ditancapkan di papan kayu, meski dicabut tetap akan masih kelihatan bekasnya. Kecuali yg nambal profesional, hihihi :D
Siapapun gubernur DKI nantinya, harapan kita yg pasti Jakarta harus menjadi lebih baik. Jangan sampai Jakarta kembali lagi ke masa lalu. Indonesia sedang berubah menjadi baik. Sbg ibukota negara, Jakarta harus bisa menjadi pionir utk mengikuti perubahan tsb. Banjir, kemacetan, kekumuhan & kemiskinan harus dikurangi dg cepat. Jangan sampai kemajuan Jakarta kalah oleh daerah2 lain di Indonesia. Semoga.

18 Februari 2017

AHOK-DJAROT KALAH DI PUTARAN KEDUA

Hitungan cepat (quick count) Pilkada DKI usai sudah. Dari hasil yg ada, kita sudah bisa melihat peta kekuatan paslon yg lolos di putaran kedua nanti.
Paslon no.1 tamat riwayatnya. Persis spt yg diprediksi oleh banyak lembaga survei sebelumnya. Sementara paslon no.2 & no.3 bersaing ketat. Meski paslon no.3 kalah oleh paslon no.2, tp selisihnya sangat tipis sekali. Ini yg membuat paslon no.2 wajib berhati-hati di putaran kedua nanti.Kemenangan tipis ini sangat berbahaya jika diabaikan.
Di putaran kedua nanti udah bisa dipastikan paslon Anies-Sandi akan mendapatkan dukungan dari para pemilih paslon Agus-Sylvi. Meski mendapatkan hasil paling rendah & tidak lolos, paslon Agus-Sylvi memiliki pendukung yg tak bisa diremehkan. Geng umrohnya yg business class itu jelas sekali mempunyai jemaah cukup banyak. Secara sederhana, klo hasil di putaran pertama utk paslon no.1 & no.3 dijumlahkan, paslon no.2 akan keteteran. Itu hitung2an logis matematis. Tp tentunya jangan melupakan faktor2 lainnya jg.
Ahok masih terjerat oleh proses pengadilan. Akan tidak mudah memengaruhi para pembencinya gegara Al Maidah 51 utk beralih memilihnya di putaran kedua. Waktunya sangat sempit. Blum lagi para pendukung Anies-Sandi tidak bakalan diam begitu saja. Aksi2 dg nomor seri itu pasti akan dilakukan lagi. Ayat Al Maidah 51 masih tetap menjadi senjata ampuh utk menaklukkan Ahok.
Paslon Ahok-Djarot bisa menang di putaran kedua mungkin sebuah mukjizat. Kabarnya ada warga yg tidak dapat kesempatan memilih krn kehabisan kartu suara. Jumlahnya banyak sekali. Nah, ini harusnya perlu dikawal ketat oleh para pendukung Ahok. Jangan sampai hal itu terjadi lagi di putaran kedua. Timses Ahok-Djarot jg hrs sangat menjaga Ahok utk tidak melakukan blunder lagi. Setiap omongan Ahok sangat berbahaya utk diplintir oknum2 yg tak bertanggung-jawab shg menjadi hoax/meme yg viral.
Kita, baik warga DKI maupun bukan, semua berharap di masa kampanye putaran kedua nanti akan lebih damai & tenang. Siapapun yg menang, semoga menjadi gubernur panutan bagi daerah2 lainnya. Gubernur baru jangan sampai mengobok2 Jakarta yg baru menjadi Jakarta yg dulu. Banjir yg sudah ditangani dg sangat baik, semoga menjadi lebih baik lagi, atau paling tidak dijaga agar tidak menjadi parah lagi. Sungai2 yg sudah bersih, semoga tetap terjaga & diikuti oleh sungai2 lain yg masih kotor oleh limbah. Pelayanan publik jg menjadi lebih baik lagi. Dan yg terpenting, duit rakyat jangan dikorupsi ya! Semoga dikelola dg baik pula! :)

15 Februari 2017

ANTASARI AJAK NYANYI BARENG SANG MANTAN

Babak baru situasi politik Indonesia dimulai lagi. CLBK, Cerita Lama Bersemi Kembali. Pak Antasari sudah sangat mendambakan saat seperti ini. Menyanyi bareng Sang Mantan!
Karena memang pd dasarnya Sang Mantan suka menyanyi, maka menyanyilah beliau jauh lebih nyaring dibanding Pak Antasari sendiri. Sampai2 Istana Negara pun diajak utk bernyanyi. Tp sayangnya Sang Mantan lupa, bhw Istana Negara yg sekarang tidak suka menyanyi, apalagi bikin album. Apa mau dikata, Istana pun tidak menanggapi ajakan Sang Mantan itu. Biarlah mereka berduet saja, begitu pikir Istana.
Nyanyian pun berkumandang. Namun kali ini bukan lagu pop cengeng atau lagu sendu. Ini lagu rock yg bakalan menghentak2 jagat perpolitikan Indonesia. Lebih tepatnya rock-ndut, campuran rock & dangdut, krn goyangannya pun akan menyenggol sana-sini.
Nah, yg ditunggu para pengamat politik, siapa saja yg bakalan kesenggol? HT sudah kesenggol duluan. Salah satu dari sang pangeran pun jg disenggol. Masing2 yg tersenggol maupun disenggol pasti akan ikutan menyanyi. Lagu yg dinyanyikan oleh duet maut Pak Antasari & Sang Mantan ini memang bagaikan virus. Akan ada banyak orang yg ikutan menyanyi. Termasuk saya sendiri, sang penyanyi kamar mandi! Hihihihi :D:D

14 Februari 2017

WANITA LUAR BIASA

Sepertinya akan selalu menjadi polemik antara wanita bekerja (kantoran/bisnis) & wanita tidak bekerja (ibu rumah tangga). Klo kasus ayat Al Maidah 51 bakalan muncul terus di masa Pilkada atau Pilpres, sementara ayat2 ttg wanita yg jd polemik itu senantiasa muncul setiap harinya.

Mana yg lebih baik, wanita bekerja atau wanita tidak bekerja?

Sebenarnya sudah banyak yg mengulas keseimbangan antara kedua profesi wanita tsb. Tp kyknya ada aja orang2 yg suka mempermasalahkannya, shg membuat galau atau jg jengah bagi para wanita. Klo yg cuek, biasanya jengah mendengar orang2 yg berat sebelah thd polemik tsb. Bahayanya bagi para wanita yg terlalu baper & sensitif, bisa mengakibatkan kegalauan akut.

Tiap wanita memiliki karakter yg berbeda. Setiap wanita berhadapan dg takdir masing2. Ada yg mempunyai insting bisnis yg hebat sekaligus istri yg baik spt Khadijah. Ada jg yg murni sbg istri yg luar biasa baik utk suaminya di rumah, spt Aisyah. Lantas mana yg lebih baik? Apakah Rasulullah pernah menyebutkan kedua istri beliau itu lebih baik dari satu dg yg lain? Apakah Khadijah lebih baik dari Aisyah atau sebaliknya? Setahu saya tidak (cmiiw). Keduanya adalah istri yg baik. Keduanya adalah wanita yg luar biasa!

Lantas apa yg dipermasalahkan? Sebenarnya yg dipermasalahkan adalah efeknya. Jika kamu seorang wanita bekerja, & keluargamu berantakan, suami suka protes, anak kurang kasih-sayang, itu baru masalah! Demikian pula jika kamu seorang ibu rumah tangga, penghasilan suami tidak mencukupi utk kebutuhan pokok dalam hidup, makan susah, sering mengeluh harga2 naik, anak tidak tercukupi scr gizi & sandang, itu pun masalah besar!

Nah, orang waras pasti paham permasalahannya. Selama pasutri bisa menggenggam erat komitmen dalam berumah-tangga, menjaga keharmonisan & keberlangsungan rumah tangganya, tidak akan ada masalah dg wanita yg bekerja atau hanya sekedar sbg ibu rumah tangga. Wanita yg bekerja atau sbg ibu rumah tangga, keduanya sangat mulia selama tidak melupakan ibadah & keluarganya.

Banyak yg bertanya, apakah istri bekerja bisa memperhatikan keluarganya dg baik? Sangat banyak contohnya! Yg bertanya demikian pasti ibu2 rumah tangga atau wanita2 bekerja yg tidak bisa mengatur waktunya dg baik. Banyak jg kok wanita2 yg mjd ibu rumah tangga tp tidak bisa memperhatikan suami & anak2nya dg baik. Banyak contohnya! Bahkan ada istri2 yg bekerja (kantoran/bisnis) bisa menjadi ibu yg lebih baik daripada para istri yg mjd ibu rumah tangga!

Jd kesimpulannya, tidak perlu ada yg dipermasalahkan antara wanita bekerja & ibu rumah tangga. Keduanya tidak ada masalah, baik dalam hal agama atau kehidupan di masa sekarang. Yg jadi masalah adalah pribadi/karakter masing2. Setiap orang berhak menentukan keputusan dalam hidupnya masing2. Setiap orang memiliki cara dalam mengatur rumah tangganya. Yg perlu diperhatikan adalah, seorang suami wajib selalu menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Bagaimana pun itu keadaannya! Meski si suami udah pensiun, penghasilannya kecil, dalam kondisi sakit shg tidak bisa bekerja, suami tetap mjd pemimpin bagi istri & anak2nya. Maka, pesan bagi para suami, jadilah pemimpin yg baik, adil & lembut spt tuntunan Rasulullah saw.

#MakePeaceNotWar
#WanitaLuarBiasa
#WorkingMom
#IbuRumahTangga