Malam ini malam 1 Suro, malam di mana orang Jawa mempercayai malamnya para roh bergentayangan. Entah benar atau tidak, itu informasi yang aku peroleh semasa kanak-kanak. Jadi malam 1 Suro dianggap malam yang angker.
Hal tersebut mengingatkan kita pada Hari Halloween yang diperingati orang-orang Eropa dan Amerika setiap akhir bulan Oktober. Di malam Halloween, banyak orang berpesta, termasuk anak-anak dengan mengenakan kostum berbagai macam hantu. Ada yang mendandani dirinya sendiri sebagai vampir, ada yang menjadi zombie, dan macam-macam hantu yang terkenal di negeri sana. Tentunya tidak ada yang berkostum pocong atau kuntilanak, karena hantu tersebut tidak dikenal dalam budaya mereka.
Uniknya anak-anak di sana, pada malam Halloween, dengan mengenakan kostum hantu yang lucu-lucu, mendatangi rumah-rumah tetangganya. Mereka mengetuk pintu. Ketika pintu dibuka oleh pemiliknya, mereka berseru, "Trick or treat!" Itu berarti mereka minta diberi permen. Konon jika si pemilik rumah tidak memberi permen, maka rumah itu akan dijahili dengan entah apapun caranya. Tentunya untuk menghindari kejahilan mereka, si pemilik rumah tanpa sungkan memberi anak-anak permen. Anggap saja sebagai suatu kebaikan. Ya kan? Hehehe.....
Sementara di Indonesia, pada malam 1 Suro tidak ada sesuatu yang spesial. Hanya sedikit orang yang masih mempercayai kesakralan malam tersebut. Bagi orang-orang moderen seperti saya, sudah menganggap seperti malam-malam biasa.....eh, enggak ding.....maksudnya seperti malam Minggu, karena besoknya libur! Hihihihi......
Mungkin beberapa orang, entah percaya atau tidak dengan mitos itu, memanfaatkan malam 1 Suro untuk mengadakan sesuatu yang spesial. Hal ini terutama dilakukan oleh anak-anak muda atau warga di kampung. Mereka menyebut sebagai tirakat. Tirakatnya hampir sama dengan malam 17 Agustus. Cuma bedanya, mungkin tidak semua warga ikut andil, dan tidak semua kampung melakukannya.
Malam tirakat 1 Suro bagi orang moderen dilakukan secara terbatas. Bagi kalangan menengah ke bawah, ada yang sekedar bakar jagung sambil ngopi atau wedang jahe. Sekelompok orang ada yang nongkrong di wedangan sampai larut malam. Ada juga yang mengadakan pesta-pesta tertentu sesuai dengan selera mereka.
Di waktu kecil, ayah dan ibuku memiliki ritual unik di malam 1 Suro. Mereka mengajak aku dan saudara-saudaraku (aku punya 2 saudara), untuk berkumpul di ruang tengah sambil main kartu remi sampai larut malam. Kami biasa begadang. Waktu itu tidak ada kopi, mungkin karena kami masih kecil. Yang ada hanya teh atau wedang jahe, dan sekedar air putih. Untuk makanan ringannya ada kacang goreng, singkong dan ketela goreng, dll. Aku paling suka makan, jadi betah melek kalau ada makanan lengkap seperti itu.
Kadang ada juga tetangga dekat yang ikut berkumpul dengan kami. Tidak banyak, hanya 1 atau 2 orang saja. Biasanya tetangga yang sering ke rumah, mungkin teman akrabku atau saudaraku.
Yang menarik dari tradisi kami tersebut, kami bisa tertawa bersama. Saling bercerita. Lebih mendekatkan orangtua dan anak, sehingga kami sangat akrab, termasuk dengan saudara kandung sendiri.
Ketika kakakku sudah mulai masuk STM (dulu sebelum diubah menjadi SMK), dia tidak ikut lagi tradisi keluarga itu. Ia sudah sibuk dengan teman-temannya sendiri di luar rumah. Demikian pula diriku. Tradisi tersebut bubar dengan sendirinya. Dan sayang sekali, aku tidak melanjutkan tradisi itu pada anak dan istriku. Istri yang seharian kerja, biasanya pulang di waktu maghrib dan sudah kecapekan. Setelah isya' biasanya dia langsung tidur karena sangat ngantuk dan capek. Sementara anakku lebih suka bermain game di komputer atau konsol WII. Kalau sudah capek, dia juga langsung tidur. Tinggal aku sendirian di depan komputer sampai larut malam. Begadang sendirian dengan teman-teman di media sosial, kadang main game di komputer, kadang menulis ide yang bisa ditulis, dan kalau ada film bagus yang perlu ditonton ya nonton film bisa sampai pagi.
Eh, malah yang terpenting kelupaan nih! Di malam 1 Suro, Kraton Solo biasanya melakukan Kirab Pusaka Kraton yang diiringi orang-orang Kraton. Dan yang paling spesial adalah adanya kerbau keramat yang disebut sebagai Kebo Kiai Slamet. Aku sendiri pernah nonton kirab tersebut pada masa kecil. Tapi ketika menginjak usia remaja, aku sudah mulai tidak menyukai keramaiannya.
Selamat Malam 1 Suro! Happy Halloween! Bagaimana dengan malammu? :)
04 November 2013
01 November 2013
Menulis Itu Candu
Tidak semua orang suka menulis. Tapi semua orang bisa menulis, karena pelajaran menulis sudah diajarkan sejak bangku sekolah Taman Kanak-Kanak meski cuma menulis huruf abjad.
Kenapa kita tidak suka menulis? Itu masalahnya! Biasanya orang yang tidak suka menulis adalah orang yang tidak suka membaca. Sebaliknya orang yang suka membaca, pasti suka menulis, meski tidak untuk saat ini. Orang yang suka membaca akan memiliki keinginan untuk menulis. Entah kapan keinginan itu akan diwujudkan, semua tergantung dari rangsangan dalam hidupnya.
Orang yang suka membaca akan bertambah wawasannya. Orang yang suka membaca cerita fiksi, akan meningkat daya imajinasinya. Dengan bertambahnya wawasan atau peningkatan daya imajinasi tersebut, bila terus-menerus ditambah dan ditingkatkan, lama-lama akan meledak juga. Ledakan itu dalam wujud tulisan!
Lain halnya jika kegiatan membaca terhenti gara-gara kesibukan lain. Otomatis tidak akan bisa memunculkan rasa suka terhadap menulis sebelum perasaan itu muncul. Tapi bila perasaan itu pernah muncul saat seseorang suka membaca, maka meski kegiatan membaca berhenti cukup lama, suatu ketika akan muncul lagi perasaan itu apabila ada rangsangan yang mengarah ke sana.
Bagaimana menulis bisa menjadi candu? Sama seperti seorang anak yang suka bermain game PS atau komputer. Tiap hari si anak itu pasti akan memainkannya. Seolah sudah menjadi candu memainkan game yang dia senangi.
Demikian pula dengan membaca. Jika kita sudah bisa merasakan asyiknya membaca, maka tiap hari kita akan membaca buku-buku yang kita senangi. Kita hampir tidak akan pernah lepas dari buku. Ketika mau tidur, bangun tidur, bahkan ketika berangkat bekerja atau sekolah, buku itu kita bawa. Dan di kantor/sekolah, kita mungkin akan mencuri waktu untuk membaca buku itu.
Lain jika ada orang yang suka membaca lantaran hanya karena ingin menghabiskan waktu saja, atau membunuh kebosanan. Itu baru tahap awal sebelum menyukai. Jika rasa suka itu belum muncul, maka sulit untuk membiasakannya. Sama seperti orang yang jatuh cinta. Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, bukankah kita ingin selalu bersama orang yang kita cintai itu? Kecintaan terhadap kegiatan membaca pun demikian.
Maka bila membaca belum menjadi candu bagi kita, maka sulit untuk menyukai kegiatan menulis. Tapi jika menulis sudah menjadi candu, maka sehari tidak menggerakkan jari-jari tangan ke tuts keyboard, rasanya akan gatal bukan kepalang!
Anda tidak suka membaca? Jangan coba-coba untuk menulis!
Anda ingin suka menulis? Banyak-banyaklah membaca!
Kenapa kita tidak suka menulis? Itu masalahnya! Biasanya orang yang tidak suka menulis adalah orang yang tidak suka membaca. Sebaliknya orang yang suka membaca, pasti suka menulis, meski tidak untuk saat ini. Orang yang suka membaca akan memiliki keinginan untuk menulis. Entah kapan keinginan itu akan diwujudkan, semua tergantung dari rangsangan dalam hidupnya.
Orang yang suka membaca akan bertambah wawasannya. Orang yang suka membaca cerita fiksi, akan meningkat daya imajinasinya. Dengan bertambahnya wawasan atau peningkatan daya imajinasi tersebut, bila terus-menerus ditambah dan ditingkatkan, lama-lama akan meledak juga. Ledakan itu dalam wujud tulisan!
Lain halnya jika kegiatan membaca terhenti gara-gara kesibukan lain. Otomatis tidak akan bisa memunculkan rasa suka terhadap menulis sebelum perasaan itu muncul. Tapi bila perasaan itu pernah muncul saat seseorang suka membaca, maka meski kegiatan membaca berhenti cukup lama, suatu ketika akan muncul lagi perasaan itu apabila ada rangsangan yang mengarah ke sana.
Bagaimana menulis bisa menjadi candu? Sama seperti seorang anak yang suka bermain game PS atau komputer. Tiap hari si anak itu pasti akan memainkannya. Seolah sudah menjadi candu memainkan game yang dia senangi.
Demikian pula dengan membaca. Jika kita sudah bisa merasakan asyiknya membaca, maka tiap hari kita akan membaca buku-buku yang kita senangi. Kita hampir tidak akan pernah lepas dari buku. Ketika mau tidur, bangun tidur, bahkan ketika berangkat bekerja atau sekolah, buku itu kita bawa. Dan di kantor/sekolah, kita mungkin akan mencuri waktu untuk membaca buku itu.
Lain jika ada orang yang suka membaca lantaran hanya karena ingin menghabiskan waktu saja, atau membunuh kebosanan. Itu baru tahap awal sebelum menyukai. Jika rasa suka itu belum muncul, maka sulit untuk membiasakannya. Sama seperti orang yang jatuh cinta. Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, bukankah kita ingin selalu bersama orang yang kita cintai itu? Kecintaan terhadap kegiatan membaca pun demikian.
Maka bila membaca belum menjadi candu bagi kita, maka sulit untuk menyukai kegiatan menulis. Tapi jika menulis sudah menjadi candu, maka sehari tidak menggerakkan jari-jari tangan ke tuts keyboard, rasanya akan gatal bukan kepalang!
Anda tidak suka membaca? Jangan coba-coba untuk menulis!
Anda ingin suka menulis? Banyak-banyaklah membaca!
27 Oktober 2013
Bagi-Bagi Novel Gratis
Sudah ada yang baca novel perdana saya yang berjudul Teror di Kampus? Kalau belum, baca sinopsisnya dulu di sini. Bagi yang sudah baca, minta komentarnya dong. Hehehe.....
Novel perdana saya itu diterbitkan pertama kali tahun 2003. Sampai sekarang tidak ada cetak ulang. Mungkin memang kurang bagus atau memang kurang promosi.....hehehehe. Nah, pada kesempatan ini, daripada novel tersebut nganggur di hardisk, saya akan bagi-bagikan secara gratis. Biar dapat menghibur para pecinta novel bergenre thriller.
Sedikit bercerita tentang latar-belakang penulisan novel itu, kira-kira saya menulisnya sekitar awal tahun 2002. Hampir setengah tahun saya menyelesaikan novel itu. Sebelumnya setelah berkutat dengan bangku kuliah, dan tidak bersenggama dengan novel-novel Indonesia selama lebih dari 4 tahun, mulai pada tahun 2001 muncul keinginan untuk menulis novel, seperti yang pernah dicita-citakan saat masih SMP.
Seumur hidup baru sekali itu menulis novel. Pada waktu SMP dan SMA hanya menulis cerita-cerita pendek yang gagal dipublikasikan. Pengalaman pertama tersebut langsung mendapat penghargaan dengan adanya penerbit yang mau menerbitkannya. Meski tidak terlalu berhasil di pasaran, tapi kebanggaan pasti ada!
Novel itu saya tulis karena melihat situasi pasar buku saat itu masih sangat sedikit novel-novel yang bergenre thriller, sementara film-film Hollywood sedang marak-maraknya genre tersebut. Film yang menjadi favorit saya waktu itu, antara lain: Scream (sampai ada 3 sekuel), I Know What You Did Last Summer, Urban Legends, dll. Jadi jangan heran kalau novel perdana saya ini sangat kental dipengaruhi oleh film-film tersebut.
Oh ya, perlu kalian ketahui juga, novel ini pernah saya tawarkan ke Multivision untuk diangkat ke layar lebar. Saat itu ada teman yang bekerja di sana, dan saya kirimi satu eksemplar untuk dibaca. Dikirim via pos, dari Solo ke Jakarta. Beberapa hari kemudian dapat kabar dari teman itu, katanya novel itu bisa difilmkan jika saya mau membuat skenarionya. Hadoh! Saya tidak tahu cara menulis skenario. Tidak punya kenalan yang bisa menulis skenario. Internet belum merebak seperti sekarang. Waktu itu internet masih sangat terbatas informasinya. Akhirnya saya melupakan impian untuk mengangkat novel tersebut ke layar lebar.
Nah, dengan saya bagikan secara gratis ini, harapan utama saya adalah bisa menghibur para pecinta novel di tanah air. Siapa tahu ada rumah produksi yang berminat mengangkatnya ke layar lebar, atau dibikin sinetron, atau sekedar menjadi FTV, tak masalah. Tapi, biarkan orang lain yang bikin skenarionya ya!
Selamat menikmati! Semoga terhibur!
Eh ya, ini link downloadnya:
http://files.indowebster.com/teror_di_kampus_d_heriyanto.html
Novel perdana saya itu diterbitkan pertama kali tahun 2003. Sampai sekarang tidak ada cetak ulang. Mungkin memang kurang bagus atau memang kurang promosi.....hehehehe. Nah, pada kesempatan ini, daripada novel tersebut nganggur di hardisk, saya akan bagi-bagikan secara gratis. Biar dapat menghibur para pecinta novel bergenre thriller.
Sedikit bercerita tentang latar-belakang penulisan novel itu, kira-kira saya menulisnya sekitar awal tahun 2002. Hampir setengah tahun saya menyelesaikan novel itu. Sebelumnya setelah berkutat dengan bangku kuliah, dan tidak bersenggama dengan novel-novel Indonesia selama lebih dari 4 tahun, mulai pada tahun 2001 muncul keinginan untuk menulis novel, seperti yang pernah dicita-citakan saat masih SMP.
Seumur hidup baru sekali itu menulis novel. Pada waktu SMP dan SMA hanya menulis cerita-cerita pendek yang gagal dipublikasikan. Pengalaman pertama tersebut langsung mendapat penghargaan dengan adanya penerbit yang mau menerbitkannya. Meski tidak terlalu berhasil di pasaran, tapi kebanggaan pasti ada!
Novel itu saya tulis karena melihat situasi pasar buku saat itu masih sangat sedikit novel-novel yang bergenre thriller, sementara film-film Hollywood sedang marak-maraknya genre tersebut. Film yang menjadi favorit saya waktu itu, antara lain: Scream (sampai ada 3 sekuel), I Know What You Did Last Summer, Urban Legends, dll. Jadi jangan heran kalau novel perdana saya ini sangat kental dipengaruhi oleh film-film tersebut.
Oh ya, perlu kalian ketahui juga, novel ini pernah saya tawarkan ke Multivision untuk diangkat ke layar lebar. Saat itu ada teman yang bekerja di sana, dan saya kirimi satu eksemplar untuk dibaca. Dikirim via pos, dari Solo ke Jakarta. Beberapa hari kemudian dapat kabar dari teman itu, katanya novel itu bisa difilmkan jika saya mau membuat skenarionya. Hadoh! Saya tidak tahu cara menulis skenario. Tidak punya kenalan yang bisa menulis skenario. Internet belum merebak seperti sekarang. Waktu itu internet masih sangat terbatas informasinya. Akhirnya saya melupakan impian untuk mengangkat novel tersebut ke layar lebar.
Nah, dengan saya bagikan secara gratis ini, harapan utama saya adalah bisa menghibur para pecinta novel di tanah air. Siapa tahu ada rumah produksi yang berminat mengangkatnya ke layar lebar, atau dibikin sinetron, atau sekedar menjadi FTV, tak masalah. Tapi, biarkan orang lain yang bikin skenarionya ya!
Selamat menikmati! Semoga terhibur!
Eh ya, ini link downloadnya:
http://files.indowebster.com/teror_di_kampus_d_heriyanto.html
25 Oktober 2013
Long Time No See
Ternyata sudah 5 tahun tidak mengutak-atik blog ini. Ke mana aja? Hahaha.....sibuk dengan pekerjaan? Tidak juga sih. Lebih sibuk dengan kegiatan-kegiatan dan yang pastinya disibukkan oleh media lain.
Waktu pertama kali membuat blog ini, belum dikenal adanya media sosial macam Twitter dan Facebook. Dulu hanya ada Friendster, tapi tidak semenarik 2 media sosial papan atas itu. Karena banyaknya teman lama yang berkumpul di media sosial tersebut, jadi ikut-ikutan deh. Ikut-ikutan meramaikan, dan merasakan euforianya. Asyik! Sampai blog ini terbengkalai sangat lama sekali!
Kayaknya sudah mulai bosan dengan media sosial itu ya? Tidak juga. Setelah agak mengurangi kegiatan-kegiatan tertentu, sehingga sedikit banyak ada waktu untuk kluthak-kluthik dengan keyboard komputer, yeah mulai deh menulis lagi. Tiada hari tanpa menulis, begitu prinsip saya, meski sebelumnya menulis cuma lewat media sosial doang. Hihihihi.....
Mendekati penghujung tahun 2013 ini sepertinya ingin lebih konsentrasi lagi di dunia menulis setelah vakum sangat lama. Berapa lama ya? Hm, kalau tidak salah, buku saya yang terbit terakhir tahun 2005. Jadi sudah vakum sekitar 8 tahun! Biyuh, lama juga ya!
Terus hasilnya apa? Apa hasilnya setelah meninggalkan dunia penulisan? Hehehe.....apa ya? Hm.....hasilnya, anak semakin gede saja deh. Semakin butuh banyak perhatian, semakin menyita banyak waktu, sehingga harus mengurangi kegiatan-kegiatan termasuk pekerjaan. Dan yang terpenting, jadi semakin banyak yang mau ditulis. Ehem, semoga jadi tulisan yang bermanfaat saja. Tunggu ya!
Waktu pertama kali membuat blog ini, belum dikenal adanya media sosial macam Twitter dan Facebook. Dulu hanya ada Friendster, tapi tidak semenarik 2 media sosial papan atas itu. Karena banyaknya teman lama yang berkumpul di media sosial tersebut, jadi ikut-ikutan deh. Ikut-ikutan meramaikan, dan merasakan euforianya. Asyik! Sampai blog ini terbengkalai sangat lama sekali!
Kayaknya sudah mulai bosan dengan media sosial itu ya? Tidak juga. Setelah agak mengurangi kegiatan-kegiatan tertentu, sehingga sedikit banyak ada waktu untuk kluthak-kluthik dengan keyboard komputer, yeah mulai deh menulis lagi. Tiada hari tanpa menulis, begitu prinsip saya, meski sebelumnya menulis cuma lewat media sosial doang. Hihihihi.....
Mendekati penghujung tahun 2013 ini sepertinya ingin lebih konsentrasi lagi di dunia menulis setelah vakum sangat lama. Berapa lama ya? Hm, kalau tidak salah, buku saya yang terbit terakhir tahun 2005. Jadi sudah vakum sekitar 8 tahun! Biyuh, lama juga ya!
Terus hasilnya apa? Apa hasilnya setelah meninggalkan dunia penulisan? Hehehe.....apa ya? Hm.....hasilnya, anak semakin gede saja deh. Semakin butuh banyak perhatian, semakin menyita banyak waktu, sehingga harus mengurangi kegiatan-kegiatan termasuk pekerjaan. Dan yang terpenting, jadi semakin banyak yang mau ditulis. Ehem, semoga jadi tulisan yang bermanfaat saja. Tunggu ya!
Langganan:
Postingan (Atom)