22 Februari 2017

PAK ANIES MEMANG HARUS JADI GUBERNUR DKI

Seperti prediksi saya dalam tulisan sebelumnya, peta kekuatan Anies-Sandi memang menakutkan di putaran kedua nanti. Para pendukung Agus-Sylvi dipastikan beralih ke Anies-Sandi. "Dosa" Ahok thd Al Maidah 51 tidak mudah begitu saja hilang. Masih banyak warga DKI yg menganggapnya demikian, karena terbukti pd putaran pertama, Anies-Sandi memperoleh suara yg bisa bersaing ketat dg Ahok-Djarot.
Bila Pak Anies berhasil memenangkan pertarungan di putaran kedua nanti, menurut saya itu takdir yg lebih baik buat Pak Anies. Sebelum maju sbg cagub DKI, Pak Anies bisa dianggap sbg tokoh pendidikan di Indonesia meski (bisa dikatakan) gagal menjadi Menteri Pendidikan. Namanya mulai tercoreng-moreng gara2 kampanye beliau dalam Pilkada DKI. Langkah2 kampanyenya membuat banyak pemujanya dulu menjadi jengah. Beliau yg dikenal sbg tokoh pluralis, mendadak berubah. Konsep tenun kebangsaannya ramai diganti menjadi "tenung kebangsatan".oleh para netizen. Sungguh mengerikan!
Itulah kenapa Pak Anies harus menjadi Gubernur DKI. Kegagalan sbg Menteri Pendidikan membuat gelarnya sbg tokoh pendidikan nasional seolah tercerabut. Apalagi dg tiba2 ambisinya utk menjadi Gubernur DKI. Pak Anies harus membuktikan bhw beliau lebih dari tokoh pendidikan. Beliau adalah tokoh nasional. Dengan syarat, beliau berhasil menjadi Gubernur DKI & minimal dicintai oleh sebagian besar warga DKI sebagaimana yg pernah terjadi pd Ahok. Pak Anies harus menunjukkan pd semua rakyat Indonesia bahwa beliau bisa lebih dari Ahok sbg gubernur DKI. Minimal sama. Semua itu demi mengembalikan nama baiknya.
Namun bila Pak Anies kalah di putaran kedua nanti, akan cukup sulit membuat namanya kembali baik. Seperti kata pepatah, "Akibat nila setitik, rusak susu sebelanga". Semua apa yg pernah dilakukan oleh Pak Anies utk pendidikan di Indonesia bakalan musnah oleh aksi kampanyenya di Pilkada DKI. Dan beliau harus bekerja keras utk mengembalikannya. Mungkin dg mengaktifkan lagi program Indonesia Mengajar, atau program lain yg lebih hebat dari itu. Bisa jg banyak tampil di media utk mendukung paham pluralisme yg pernah diusung Gus Dur. Pak Anies harus mengembalikan konsep & pola pikirnya yg dulu. Semua akan lebih mudah bila rakyat Indonesia yg spt biasanya mudah melupakan masa lalu. Tp yg namanya paku klo sudah ditancapkan di papan kayu, meski dicabut tetap akan masih kelihatan bekasnya. Kecuali yg nambal profesional, hihihi :D
Siapapun gubernur DKI nantinya, harapan kita yg pasti Jakarta harus menjadi lebih baik. Jangan sampai Jakarta kembali lagi ke masa lalu. Indonesia sedang berubah menjadi baik. Sbg ibukota negara, Jakarta harus bisa menjadi pionir utk mengikuti perubahan tsb. Banjir, kemacetan, kekumuhan & kemiskinan harus dikurangi dg cepat. Jangan sampai kemajuan Jakarta kalah oleh daerah2 lain di Indonesia. Semoga.

Tidak ada komentar: