Pagi ini, 23 April 2008, sambil menunggu istri yang sedang berkemas-kemas untuk berangkat kerja, saya sempatkan membuka harian KOMPAS yang tergeletak di meja teras depan rumah. Hanya dengan ditemani susu sari kedelai hangat yang tinggal seperempat gelas, saya terkejut melihat satu artikel kecil di pojok kanan bawah halaman depan suratkabar nomor satu di Indonesia itu.
Jujur, saya salah seorang dari sekian banyak orang di dunia yang percaya bahwa teknologi mutakhir akan sangat membantu kehidupan umat manusia. Sementara sebagian yang lain bilang, bahwa perkembangan teknologi akan membawa manusia pada akhir dunia (the end of the world). Entah mana yang benar, tapi selama ini saya hidup ditopang banyak oleh teknologi, termasuk salah satunya internet.
Internet akan mati? Ternyata dalam artikel di KOMPAS tidak mengatakan demikian. Para pakar teknologi memprediksikan bahwa dalam waktu dekat, internet akan mengalami tragedi kemacetan yang sangat dahsyat. Kenapa? Karena dewasa ini begitu banyaknya bandwidth yang dibutuhkan untuk media-media website baru. Beberapa website baru itu membutuhkan bandwidth yang sangat tinggi karena menampilkan video streaming dan gambar-gambar bergerak lainnya, termasuk file-file besar yang banyak diunduh (baca: download) oleh user. Contohnya saja, YouTube dikatakan bahwa saat ini penggunaan bandwidth-nya sama dengan total penggunaan internet di dunia pada tahun 2000.
Jika demikian adanya, para pakar teknologi memprediksikan tragedi internet akan terjadi pada tahun 2011. Betulkah?
Selesai membaca artikel tersebut, saya berpendapat bahwa tidak mungkin tragedi itu terjadi. Bahkan tidak mungkin internet kolaps atau berakhir begitu saja. Internet adalah teknologi komunikasi yang paling mutakhir saat ini. Apakah semua orang akan berdiam diri? Apakah para pakar teknologi tidak akan bertindak?
Mengutip satu artikel dari pembelajar.com, teknologi internet membutuhkan waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan teknologi televisi dan radio dalam merambah dunia. Mungkin kecepatan inilah yang mengkhawatirkan beberapa penganalisa bahwa internet akan mengalami kemacetan total.
Saya yakin, pengembangan akan terus dilakukan. Inovasi-inovasi baru akan ditemukan. Semua demi menopang keberlangsungan teknologi internet ini. Saya yakin begini, karena apa yang saya alami ketika melihat perkembangan internet sejak tahun 1990-an begitu pesatnya. Mulai dari teknologi fiber optic sampai dengan nirkabel yang membuat akses internet semakin menggila kecepatannya. Semua itu membuktikan bahwa manusia masih terus berusaha. Manusia masih selalu diberi fitrah oleh Tuhan untuk terus berkarya. Dan apakah Tuhan akan menghentikan karya manusia yang sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri? Where there is a will, there is a way.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar